peluang usaha
Powered By Blogger
Tampilkan postingan dengan label Pengalaman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengalaman. Tampilkan semua postingan
Oleh: IRGI RAFAEL

Cara-cara Konyol Lewat Facebook yang Dilakukan Cowok (Hidung Belang) Demi Bisa ML!


Film I Know What You Did on Facebook menggambarkan bahwa orang bisa berkenalan dengan siapa saja lewat Facebook dan kalau beruntung bisa langsung ajak mereka ML. Mungkin hal ini relevan untuk 3-4 tahun lalu. Untuk sekarang, kemungkinan untuk mendapatkan teman ML dari Facebook satu banding seribu. Kemungkinannya ada, tetapi amat tipis. Sayangnya kenyataan ini tidak disadari oleh sebagian besar cowok sange yang bertebaran di Facebook. Berbagai cara mereka lakukan, tetapi ujung-ujungnya semuanya tiada hasil . Berikut adalah cara-cara mereka yang jelas-jelas tidak menghasilkan apa-apa. Buang-buang energi saja.

1. Number Dropper 

Pernahkah kamu mendengar ujaran yang mengatakan: lemparlah jala maka kau akan mendapat ikan yang banyak. Yeah, hal itu tidak berlaku di Facebook. Sekarang FB tidak lagi merupakan tempat berpesta di mana semua orang bisa ikut di dalamnya. (Setidaknya di Indonesia) Kita tidak bisa main cari kenalan asal-asalan. Kemungkinan itu ada, tetapi tentu tidak semudah menjentikkan jari. Butuh proses. Maka, tindakan menaruh nomor telpon di mana-mana dan berharap ditelpon/di-sms balik itu tindakan yang konyol.


omatis orang akan menyimpan nomermu. Disimpan di dalam tempat sampah.


Herannya, perilaku ini masih saja terjadi di jagat raya Facebook. Mending baru kenalan, baru saja si cewek nge-add langsung taruh nomor telpon di wall. Buat mempererat perkenalan saja ini sudah lebay, apalagi untuk ngajak ML. Tidak sedikit loh orang macam ini naruh nomor telpon berikut embel-embel ‘cari teman ML sekarang juga’ seakan-akan cewek yang lagi ingin bercinta datang semudah kamu manggil nenek kamu ke rumah.

2. ** SENSOR ** Aku Besar, ML yuk! 

Di dunia orang-orang sange yang putus asa, kadang senjata untuk menjaring cewek adalah dengan pamer bahwa orang itu punya kelebihan. Big Dick Syndrome. Sebuah gejala di mana cara mengajak cewek ML adalah dengan bilang: Pler gue segede gaban, panjangnya lebih dari penggaris 30cm. Oke, sebagian cewek memang tertarik dengan informasi tersebut. Namun, itu bukan faktor utama mereka mencari kesenangan di tempat tidur. Jadi, tiba-tiba saja bilang kalau kamu punya anu yang bisa bikin kepala senut-senut jika disodok ke dalam liang kenikmatan, tidak menjamin si cewek langsung ngiler-ngiler pengen.


MeQ berapa besar? Nih orang pernah liat cewek telanjang nggak sih? 

Pamer bilang punya senjata besar juga tidak jamin informasi itu benar adanya. Bisa saja itu hanya pancingan agar lawan jenis tertarik untuk melanjutkan pembicaraan. Bisa saja cuma gertak sambal, masalah nanti ketahuan ternyata miliknya cuma sebesar gundu, itu masalah nanti.

3. Penjilat Vagina Sejati 

Satu hal lain yang sepertinya ingin ditunjukkan oleh para sange putus asa adalah bilang kalau mereka bisa menawarkan ikan sapu-sapu. Yeah, yang benar saja. Mungkin mereka sama sekali belum pernah turun gunung dan membayangkan kalau hal itu menyenangkan untuk cewek. Memang benar, kalau menjilat vagina itu menyenangkan bagi cewek. Tetapi, untuk cowok, hal itu bisa jadi siksaan. Ayolah, apa semua cewek memiliki memek yang wangi dan terawat. Servis sapu-sapu seperti ini lebih pantas dilakukan untuk pasangan yang sudah benar-benar dipercaya, bukan untuk sembarang cewek.


Combro? Hah, disamain dengan oncom? 

Sangat mungkin kalau para penjilat V ini bisa jadi belum pernah mencobanya. Untuk yang masih getol menawarkan hal ini seolah itu akan membuat cewek terkesan, coba pikir ulang. Cunnilingus, kata lain untuk ini, bukanlah hal yang bisa dilalukan untuk siapa saja. Jika suatu saat ternyata ada yang mau dijilatin, banyak hal yang harus dipertimbangkan. Tidak setiap orang memiliki kondisi yang sempurna untuk diberikan hal ini. Lagipula, cukup ML biasa saja si cewek juga sudah bisa dipuaskan dengan luar biasa kok. Di sisi lain, cunnilingus juga sebenarnya juga secara kesehatan cukup riskan cewek. Yah, kalau ada kondom untuk mulut mungkin risiko itu bisa dikurangi.

4. Hypersex 

Selain cunnilingus, orang-orang sange desperado ini juga kadang menawarkan jasa ML super kuat 24 jam tiada berhenti. Yah, kira-kira seperti itu tawaran mereka. Dengan memberikan ini, mereka sekaligus berharap mereka bisa memberikan kepuasan tiada henti tiada tara. Satu hal yang mereka tidak ketahui adalah, cewek hypersex hanya menyenangkan didengar dan tidak semenyenangkan seperti di aslinya. Jika bertemu dengan hypersex, sulit untuk mempertahankan relasi dengan mereka. Mungkin seru di awal-awal saja. Selanjutnya ya rasakan sendiri.


 pemilih dan 
Cowok
elegan. Siapa saja yang mau ML dengannya ada batasan umur. 

Orang-orang yang terbiasa menaruh pesan seperti ini di mana-mana memang sepertinya memang belum paham kalau pengalaman dengan hypersex itu tidak untuk semua orang. Bagi cowok yang memang sudah biasa ML dan punya stamina ekstra untuk memuaskan hypersex , mungkin ini memang lapangan mereka. Tapi, cowok-cowok macam itu apa iya cari ceweknya dari Facebook? Untuk melakukan seks berkali-kali dalam satu kesempatan memang butuh tenaga lebih. Jika dipaksakan, malah jadi siksaan bagi cowok itu karena pada dasarnya manusia itu bukan mesin seks. Batasan itu ada, dan ini yang kadang dilupakan orang karena sudah kadung dibuai oleh fantasi-fantasi seks yang lebay. Dan, jangan pernah berpikir untuk mem-boost dengan obat-obat kuat. Ingat loh ada yang mati karena kelebihan obat kuat demi bisa mencapai 12 jam ML non stop!

5. ML < PS < Inbox < Seks di Status 

Jika semua cara gagal dalam merenggut cewek untuk bercinta, cara lain adalah dengan menawarkan phonesex, chat sex, sex lewat inbox FB (ntah bagaimana caranya), dan juga ML di status. Kalau kita jualan buku di internet, cara menarik minat orang untuk membeli adalah dengan memberikan ringkasan di blog / Facebook. Mungkin dengan berpura-pura ML di dunia maya, itu bisa menunjukkan ke si cewek kalau dia hebat di tempat tidur. Berharap terus. Berdoa saja si cewek yang diajak seks abal-abalan itu bukan penipu.


komentar tanggapan dari status ini aslinya panjang dan ‘statussex’ ini tuntas sampai selesai. 

Di dunia maya apalagi di Facebook, salah satu alasan orang untuk bikin akun palsu adalah untuk melakukan penipuan. Akun seperti ini kadang menawarkan ‘test drive’ , ML boong-boongan dengan syarat pulsa mereka harus diisi. Kalau mereka puas di seks boong-boongan, dijamin mereka akan langsung ajak si korban untuk ML yang sebenarnya. Mungkin cara putus asa dengan menawarkan seks lewat berkirim pesan di inbox ini dilakukan karena melihat banyak sekali perempuan jejadian yang menawarkan PS / inbox sex di mana-mana. Mereka pikir jumlah cewek yang senang melakukan seks seperti itu berlimpah ruah kali ya.

6. Pengalaman Pertama 

Untuk yang benar-benar putus asa, mereka terpaksa menggadaikan keperjakaannya lewat internet. Sebenarnya ini merupakan langkah terbodoh, tetapi apa mau dikata, isi celana sudah bulukan hanya disapa oleh tangan dan sabun saja. Saat orang memutus tali keperjakaan, itu adalah saat yang selalu dikenang sepanjang masa. Sangat disayangkan jika momen seperti itu dilakukan dengan cewek asal-asalan yang mungkin saat melakukannya tidak sepenuh hati. Plus, cara menawarkan diri seperti ini juga tidak menarik minat siapa-siapa.


Mau ML apa mau debus, Mas! 

Cara ini sering sekali ditemukan di Facebook, ditaruh di wall Facebook Page yang bertema jorok, atau malah di profil orang sekenanya. Tetapi, apakah cewek-cewek peduli? Tidak. Dengan melakukan ini, si sange tentu berharap kalau cewek merasa tertantang untuk mengajaknya dan memberikan si cowok pengalaman pertama. Dengan begitu, fantasi guru dan murid bisa seru dilakukan. Pada kenyataannya, sensasi seperti itu hanya mitos. Jika si cowok masih perjaka, memang kenapa. Takutnya malah karena baru pertama kali, mainnya berantakan dan baru dua menit sudah crot. 



7. Add Semua Cewek, Ajak ML Terang-terangan 

Ternyata semua cara tidak berhasil. Tebar jala 2.0 pun dilakukan dengan semangat desperado. Semua cewek yang punya foto menarik ditambahkan sebagai teman mereka. Ketika disetuji sebagai teman, langsung diajak ML terang-terangan. Cara ini dilakukan dengan sporadis ke siapa saja di Facebook hingga akhirnya akun itu mendapat peringatan dari Facebook. Terima kasih pada orang-orang seperti ini, Facebook pun berubah menjadi media yang menyebalkan. Cewek-cewek yang biasa nyaman di Facebook pun mulai tahu bahwa tempat ini tidak seru lagi dan perlahan-lahan meninggalkan Facebook. Tapi, kedatangan orang-orang seperti ini memang tidak bisa dihindari. Jika ada orang tidak dikenal yang main add sebaiknya tidak digubris. Ujung-ujungnya juga minta nomor telepon.

Nah, orang ini melakukan semua cara-cara desperado di atas.

jangan dicari, kagak bakalan ketemu 



hank You for Visiting My Thread



Oleh: IRGI RAFAEL

Pengalaman Menonton di Bioskop Pinggiran Makassar ( Amriltg )

Sejak menjadi kontributor konten di Yahoo OMG Indonesia khususnya mengenai resensi film, kenangan saya kerap melayang pada kegemaran menonton film di masa lalu. Sekitar 20 tahun silam, di kota Makassar. Pengalaman yang tak terlupakan dan senantiasa menjadi memori indah yang membuat saya tersenyum sendiri bahkan tertawa kecil saat mengenangnya.
Setiap kali menerima honorarium penulisan dari artikel yang saya tulis di Media Kampus atau Suratkabar lokal di Makassar saya senantiasa menyisihkan uang yang tak seberapa besar jumlahnya itu untuk “memanjakan diri” menonton film di Bioskop-Bioskop pinggiran yang ketika itu ramai bertebaran di kota Makassar.  Belum ada VCD /DVD Player yang begitu marak saat ini, justru Laser Disc Player dengan keping cakram besar atau video player VHS/Betamax yang menjadi sarana hiburan visual non bioskop dan hanya dimiliki oleh segelintir orang karena harganya masih cukup mahal. Nikmat sekali merasakan hasil jerih payah sendiri sembari menonton film-film favorit.
Perkenalan awal saya dengan bioskop dimulai ketika saya dan keluarga masih berada di Bone-Bone, sebuah desa di Kab.Luwu yang berjarak sekitar 500 km dari Makassar tahun 1980-an.  Bioskop MURNI  adalah bioskop favorit masyarakat disana yang memang haus akan hiburan. Biasanya, hampir setiap malam minggu pada awal bulan (jika cuaca cerah), kami sekeluarga menonton ramai-ramai kesana.  Saya masih ingat betul mobil pick-up promosi bioskop MURNI berputar-putar di desa kecil itu memberikan informasi film yang sedang diputar melalui speaker TOA secara berisik dan provokatif disertai lagu-lagu dangdut memekakkan telinga. “Saksikanlah! Banjirilah! Film Hebat Sepanjang Masa : SATRIA BERGITAR yang dibintangi oleh Haji Rhoma Irama, Hanya di Bioskop MURNI.  Jangan sampai ketinggalan dan anda akan menyesal seumur hidup!”. Demikian kira-kira suara sang announcer yang sudah parau ketika mengumumkan film terbaru di bioskop mereka. Biasanya saya bersama teman-teman kecil saya, berdiri di pinggir pagar menyaksikan mobil heboh itu lewat didepan rumah. Kami ikut berteriak-teriak senang.
Film-film Rhoma Irama atau Film India memang paling sering diputar di Bioskop Murni. Ayah dan ibu saya sangat menggemari film India. Bila kami sekeluarga menonton, adegan favorit saya adalah adegan nyanyi dan menari yang mewarnai hampir separuh film. Dengan harga tiket yang terjangkau kami bisa mendapatkan hiburan memadai di bioskop yang berjarak 200 meter dari rumah kami itu. Cemilan selama menonton adalah kacang rebus atau kacang goreng dan untuk minumnya, ibu sudah menyediakan bekal dari rumah. Saat menonton kami selalu menggunakan pakaian terbaik kami, layaknya sedang pergi kondangan. Saya sangat menikmati saat-saat kebersamaan keluarga saat kami berangkat dan pulang dari bioskop yang dindingnya hanya terbuat dari papan kayu itu sambil berjalan kaki. Baik saat pulang maupun pergi kami selalu beriringan bersama rombongan para penonton Bioskop Murni. Ayah dan ibu masing-masing menggendong kedua adik perempuan saya yang sudah lelap tertidur, sementara saya menggandeng adik saya Budi yang terkantuk-kantuk sepanjang perjalanan kembali ke rumah.
Ketika mahasiswa, hobi menonton tersebut saya teruskan. Sekitar tahun 1990-an, bioskop-bioskop di Makassar sudah cukup marak. Ketika itu bioskop kategori kelas atas (kursi empuk dan nyaman, AC serta suara dolby stereo) seperti Studio 21 (kini sudah jadi warung cepat saji KFC) dan Makassar Theater bukan merupakan pilihan utama saya. Bioskop-bioskop tadi akan saya pilih ketika menerima honor penulisan yang cukup besar dari media nasional.  Tiket masuk sebesar Rp 5000 cukup besar buat saya untuk menonton di bioskop elite itu.
Pilihan menonton di bioskop kategori sedang dan bawah cukup banyak. Untuk kategori sedang ada bioskop ARINI, ISTANA, BENTENG, ARTIS, PARAMOUNT, DEWI harga karcisnya berada di kisaran Rp 2,500-Rp 3,500 sementara untuk kategori bawah ada bioskop APOLLO dan JAYA dengan harga karcis Rp 1,000-Rp 1,500.  Bila ada film favorit saya sedang diputar di bioskop “kelas atas” dan kebetulan tidak memiliki uang untuk menonton, saya akan bersabar menunggu hingga film itu “turun” ke bioskop kategori bawahnya sekitar 2 minggu atau sebulan kemudian.
Saya sangat menggemari film-film Hollywood dan kungfu. Aktor-aktor laga Hollywood seperti Silvester Stallone, Arnold Schwarzenegger atau Bruce Willis dan para Pendekar cina seperti Jet Li atau Jackie Chan senantiasa menjadi bintang-bintang favorit utama saya.  Karena rumah saya cukup jauh dari Makassar (sekitar 40 km), saya memilih menonton pada jam pertunjukan siang seusai kuliah.
Menonton di bioskop kelas menengah selalu menjadi prioritas saya. Paling tidak, meski suaranya tidak menggelegar dan AC-nya tidak terlalu dingin, saya masih bisa menikmati sajian filmnya. Yang penting pas di kantong, nyaman dimata dan tentu hati jadi ikut terhibur, jadi tak masalah!.
Suatu ketika seorang kawan mengajak saya untuk menjajal pengalaman baru : Menonton di Bioskop kelas bawah. Semula saya menolak mentah-mentah. Bukan apa-apa, bagaimana mungkin saya bisa menikmati film di bioskop yang panas, pengap dengan tempat duduk berupa bangku panjang ditemani kecoak, nyamuk dan kutu busuk?. Belum lagi penontonnya lebih banyak tukang becak atau sopir pete-pete (angkot). Kawan saya tidak menyerah. Ia menyatakan kita akan menikmati pengalaman baru yang sangat berbeda ketika nonton di bioskop-bioskop paling mahal sekalipun di Makassar. Syaratnya : Pakai Topi dan kacamata hitam, untuk melindungi reputasi. Saya tertawa kencang.
Tapi bolehlah, ini sebuah ajakan yang luar biasa menantang dan menguji adrenalin. Saya akhirnya menerima ajakan itu tentu dengan memenuhi segala syarat tadi.
“Eitss..jangan lupa, bawa minyak tawon ya?” kata kawan saya tiba-tiba mengingatkan.
“Minyak tawon? Untuk apa?” saya balas bertanya. Imajinasi saya mendadak sudah terbawa kemana-mana misalnya apakah sambil nonton akan dapat fasilitas pijat juga?. Kenapa harus membawa minyak urut legendaris Makassar itu?
Kawan saya tertawa geli.
“Disana banyak nyamuk. Jadi olesi dulu lenganmu dengan minyak tawon supaya tidak digigit nyamuk,” kata kawan saya menjelaskan. Rupanya minyak tawon berfungsi sama dengan “Autan” (lotion anti nyamuk) saat ini.
Dan begitulah.
Dihari yang sudah ditentukan saya bersiap-siap menikmati pengalaman baru itu. Turun dari Pete-Pete, kawan saya menyuruh untuk membenamkan topi saya dalam-dalam menutupi wajah. Sampailah kami didepan bioskop JAYA di Jalan Gunung Bulusaraung, pertunjukan film dimulai pukul 14.30 dan tinggal 30 menit lagi. Jantung saya berdebar-debar. Setelah menengok kiri kanan, kami berdua menyeberang dengan setengah berlari. Saya ikut-ikutan dibelakang teman saya yang sesekali menempelkan telunjuknya di bibir meminta saya untuk diam, jangan banyak bertanya.
Setelah membayar karcis sebesar Rp 1000/orang, kami memasuki bioskop.
“Pokoknya jangan pusingkan judul film-nya apa, yang penting nonton saja dan nikmati, juga jangan lupa: Jangan lepas topi selama menonton, kalau kacamata boleh saja dilepas,” kata kawan saya dengan gaya ala bos besar. Saya hanya mengangguk-angguk mengerti (tapi sebenarnya bingung)
Benar saja, memasuki area bioskop, suasana terasa begitu pengap. Meski langit-langitnya cukup tinggi, tetap saja suasana bau apek begitu terasa. Kursi penonton berupa bangku-bangku rotan berwarna kusam sementara sebagai “pendingin ruangan” beberapa kipas angin dengan suara berderit-derit dipasang di beberapa dinding atas bioskop. Asap rokok mulai terlihat mengepul-ngepul dari beberapa penonton. Semakin membuat suasana jadi tidak nyaman.  Jantung saya kian berdegup kencang ketika menyadari banyak penonton di bioskop itu juga pakai topi seperti saya. Demi reputasi, saya menggumam pelan. Tetap bingung.
“Sstt.. pake minyak tawon, film mau diputar sebentar lagi,” kata kawan saya pelan, saat kami sudah memperoleh nomor bangku kami. Saat mengoleskan minyak tawon di lengan, saya baru menyadari, ternyata banyak penonton lain melakukan hal serupa. Bau minyak tawon mendadak meruap di udara. Alhasil, saya tak dapat menahan tawa. Benar-benar sebuah prosesi menonton yang unik!.
Tiba-tiba punggung saya dicolek seseorang.
“Eh, kamu nonton disini juga ya?”, terdengar suara yang cukup saya kenal dari arah kebelakang.
Saya menoleh. Dan dibelakang saya, dibawah topinya, saya mengenali wajahnya : dia adalah rekan sesama aktifis kampus Unhas yang terkenal keras dan militan.
“Hehehe…iya nih. Ketahuan yaa..sering nonton disini,” kata saya menggoda.
Dia terkekeh. Dan buru-buru menempelkan telunjuknya di bibir. “Rahasia ya, tahu sama tahu, kita saling menjaga reputasi,” bisiknya pelan. Kami berdua tertawa renyah.
Film dimulai. Mengisahkan petualangan seorang koboi yang akan membasmi penguasa kota lalim yang menindas seluruh warga kota. Seru juga terutama adegan tembak-tembakan. Saya mulai menikmatinya.
Tiba-tiba layar gelap dan adegan film berganti. Bukan film koboi lagi tapi film semi porno yang menampilkan adegan dua insan berlainan jenis bermain cinta. Mesra sekali dan nyaris tanpa sehelai benangpun ditubuhnya. Film ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan film sebelumnya. Saya tersentak kaget. Dan spontan menutup kedua mata saya sembari berulang kali mengucap Astaghfirullah, Mohon Ampun pada Yang Maha Kuasa. Saya seperti sudah melakukan sebuah dosa sangat besar.  Kawan saya disamping menoleh dan tersenyum penuh kemenangan. “Ini dia bagian pentingnya!”, katanya disela-sela tawanya.
Saya membenamkan topi dalam-dalam dan menutup kuping. Kacamatapun segera saya pakai. Dalam hati saya mengutuk habis-habisan kawan saya yang sudah menjerumuskan saya ke lembah nista, menonton film seperti ini. Tanpa menunggu waktu lama, saya berdiri dan keluar dari bioskop dengan bersungut-sungut. Kawan saya tetap di bioskop menikmati sisa film, membiarkan saya seorang diri pergi. Betapa dongkol hati saya ketika itu. Saya berjanji dalam hati itu adalah pengalaman saya menonton pertama kali dan terakhir di bioskop JAYA. Belakangan saya tahu, adalah sebuah hal yang biasa, film-film semi porno disisipkan di bioskop tersebut untuk menambah “daya jual”-nya. Biasanya sekitar 5 menit adegan “yang tak ada hubungan”-nya dengan film yang diputar itu disajikan.
Ketika pulang ke Makassar beberapa kali, saya sempat menapak tilas bekas-bekas bioskop “jajahan” saya 20 tahun lalu itu. Semuanya sudah tidak ada lagi. Bioskop BENTENG di Jl.Penghibur berubah fungsi menjadi Colors Club Cafe, Bioskop ARINI di Jl.Rusa sudah menjelma menjadi Showroom Meubel, Bioskop ARTIS di Jl.Gunung Lompobattang sudah menjadi pusat pertokoan, Bioskop ISTANA di jalan Sultan Hasanuddin sudah menjadi Ruko. Nasib bioskop “minyak tawon” JAYA juga sama, ia  sudah menjelma menjadi Ruko.
Semakin meluasnya bioskop-bioskop berteknologi tinggi yang mampu memberikan kenyamanan mewah dan eksklusif pada penontonnya, merebaknya peredaran VCD dan DVD Bajakan serta semakin berkembangnya teknologi 3D untuk piranti visual di rumah membuat bioskop-bioskop pinggiran kian tergerus dan akhirnya mati. Kendati demikian, kenangan dan nostalgia yang pernah saya alami menjadi memori indah yang senantiasa saya simpan dengan baik dalam hati.

IRGI RAFAEL

About Irgi Rfafael

Pria metropolis dan kurang atletis yang lahir di Hari Kamis ini hanyalah seorang blogger narsis, kerap berpakaian necis serta menghindari hal yang najis-najis. Lelaki Berkumis tipis ini juga menggemari kue pukis dan sayur buncis. Sangat jarang meringis karena senantiasa memamerkan senyum manis yang selalu bikin hidung gadis kembang kempis. Begitu kepingin berwisata ke Paris, meski hanya sekedar pipis dibawah gerimis.